Jati Kulon, Kudus – Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jati Kulon sukses melaksanakan program kerja perdana melalui kegiatan ZIAWIS (Ziarah dan Wisata) 2026 pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal kepengurusan dalam membangun semangat kebersamaan, memperkuat nilai-nilai keislaman, mengenalkan sejarah perjuangan para ulama, serta menghadirkan inovasi digital melalui pengenalan aplikasi SIMPELKU (Sistem Informasi Pelajar Kulonan).
Mengusung tema “Meneladani Perjuangan Ulama, Mempererat Ukhuwah, dan Menguatkan Semangat Berorganisasi”, ZIAWIS 2026 tidak hanya menjadi kegiatan rekreasi, tetapi juga bagian dari proses kaderisasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada seluruh anggota. Rangkaian kegiatan meliputi ziarah ke makam para ulama dan pendiri organisasi, wisata edukasi, outbound, hingga kunjungan ke sejumlah destinasi budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai program kerja pertama pada masa khidmat kepengurusan saat ini, kegiatan tersebut disambut dengan antusias oleh seluruh anggota. Sejak beberapa hari sebelum keberangkatan, panitia telah mempersiapkan berbagai kebutuhan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib, aman, dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.
Persiapan Keberangkatan di TPQ Maslichah Jati Kulon
Selepas salat Isya, peserta mulai berdatangan ke TPQ Maslichah Jati Kulon yang menjadi titik kumpul keberangkatan. Suasana kekeluargaan sudah terasa sejak awal. Para anggota saling menyapa, membantu membawa perlengkapan, serta berbincang santai sambil menunggu seluruh peserta hadir.
Setelah sambutan selesai, seluruh peserta berkumpul untuk mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Pembina PR IPNU IPPNU Jati Kulon. Dengan penuh kekhusyukan, seluruh peserta memohon kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan, kesehatan, kelancaran, serta keberkahan selama perjalanan hingga kembali ke Jati Kulon.
Doa bersama tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas organisasi tidak hanya diawali dengan persiapan yang matang, tetapi juga dengan ikhtiar spiritual agar seluruh kegiatan berjalan sesuai harapan.
Panitia melakukan registrasi ulang, membagikan konsumsi perjalanan, serta memastikan seluruh perlengkapan kegiatan telah siap. Di sisi lain, tim perlengkapan mengatur barang bawaan peserta agar tertata rapi di kendaraan sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan nyaman.
Sebelum berangkat, Ketua PR IPNU IPPNU Jati Kulon memberikan sambutan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya disampaikan bahwa ZIAWIS merupakan program kerja perdana yang diharapkan mampu menjadi awal yang baik bagi kepengurusan baru dalam membangun organisasi yang aktif, solid, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggota.
Beliau juga mengingatkan agar seluruh peserta menjaga sikap selama perjalanan, saling membantu, mematuhi arahan panitia, serta memanfaatkan setiap rangkaian kegiatan sebagai kesempatan untuk belajar dan mempererat persaudaraan.
Pengenalan SIMPELKU, Langkah Awal Transformasi Digital Organisasi

Usai doa bersama, peserta mulai menaiki mobil ELF yang telah disiapkan panitia. Sebelum rombongan diberangkatkan, pengurus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan SIMPELKU (Sistem Informasi Pelajar Kulonan) kepada seluruh anggota.
SIMPELKU merupakan inovasi digital yang dikembangkan sebagai media pelayanan organisasi. Melalui aplikasi ini, anggota nantinya dapat memperoleh informasi kegiatan, membaca berita organisasi, melihat dokumentasi, mengakses materi kaderisasi, hingga memanfaatkan berbagai layanan administrasi secara digital.
Pada ZIAWIS 2026, SIMPELKU untuk pertama kalinya digunakan dalam kegiatan resmi organisasi melalui fitur absensi online. Seluruh peserta diminta membuka aplikasi melalui telepon genggam masing-masing, kemudian melakukan absensi keberangkatan sebelum kendaraan mulai berjalan.
Proses tersebut berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari para anggota. Penggunaan absensi digital dinilai lebih praktis, cepat, dan memudahkan panitia dalam melakukan pendataan peserta. Meskipun baru diperkenalkan, kehadiran SIMPELKU menjadi salah satu langkah nyata PR IPNU IPPNU Jati Kulon dalam mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai organisasi.
Perjalanan Menuju Demak Penuh Kebersamaan
Sekitar pukul 19.30 WIB, rombongan mulai meninggalkan TPQ Maslichah Jati Kulon menuju tujuan pertama, yaitu Kompleks Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.
Perjalanan malam berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Di dalam mobil ELF, peserta saling berbincang mengenai pengalaman sekolah, kegiatan organisasi, hingga berbagai rencana program yang akan dilaksanakan selama satu periode kepengurusan.
Panitia juga memutar lantunan shalawat, lagu-lagu religi, serta beberapa lagu bertema persahabatan untuk menemani perjalanan. Sesekali terdengar tawa ketika peserta saling berbagi cerita dan mengabadikan momen perjalanan melalui foto maupun video. Bagi sebagian anggota baru, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat pengurus dan anggota lainnya sehingga suasana kekeluargaan semakin terasa.
Ziarah ke Makam Sunan Kalijaga
Setibanya di Kompleks Makam Sunan Kalijaga, seluruh peserta memasuki area makam dengan tertib dan menjaga adab selama berada di lokasi.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh pembina. Melalui ziarah ini, peserta diajak mengenang perjuangan Sunan Kalijaga sebagai salah satu Wali Songo yang berhasil menyebarkan Islam di tanah Jawa melalui pendekatan budaya, seni, dan keteladanan.
Selain menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama, ziarah ini juga menjadi sarana pembelajaran bahwa dakwah dapat dilakukan dengan cara yang bijaksana, santun, dan mampu diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Mengenang Perjuangan Pendiri IPPNU dan IPNU


Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju makam pendiri IPPNU, dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri IPNU.
Di kedua lokasi tersebut, peserta kembali melaksanakan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah mendirikan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama.
Momentum tersebut memberikan pemahaman kepada seluruh peserta bahwa organisasi yang mereka ikuti hari ini lahir dari perjuangan panjang para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama yang memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan serta pembinaan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para anggota diajak untuk tidak hanya mengenal sejarah organisasi melalui buku atau cerita, tetapi juga merasakan secara langsung jejak perjuangan para pendiri yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan IPNU dan IPPNU hingga saat ini.
Menikmati Kebersamaan di Pantai Drini

Setelah menyelesaikan rangkaian ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Drini, Gunungkidul.
Keindahan pantai dengan hamparan pasir putih dan udara pagi yang sejuk menjadi penyambut kedatangan rombongan. Di lokasi ini, panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan outbound yang bertujuan melatih kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, dan kekompakan antaranggota.
Berbagai permainan kelompok berlangsung dengan penuh semangat. Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti setiap tantangan yang diberikan panitia. Gelak tawa dan semangat kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian outbound, menunjukkan bahwa organisasi bukan hanya tempat belajar administrasi, tetapi juga ruang untuk membangun persahabatan dan kerja sama.
Selain mengikuti outbound, peserta juga memanfaatkan waktu untuk menikmati suasana pantai, berfoto bersama, serta mengabadikan berbagai momen kebersamaan yang menjadi kenangan berharga.
Belajar Sejarah di Museum Sonobudoyo

Setelah beristirahat dan menikmati makan bersama, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Museum Sonobudoyo di Kota Yogyakarta.
Kunjungan ke museum menjadi bagian dari wisata edukasi yang bertujuan menambah wawasan peserta mengenai sejarah dan budaya Nusantara. Berbagai koleksi seperti keris, wayang, manuskrip kuno, topeng tradisional, hingga benda-benda peninggalan sejarah menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.
Melalui kunjungan tersebut, anggota diajak memahami pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Menutup Perjalanan di Malioboro
Destinasi terakhir dalam rangkaian ZIAWIS 2026 adalah kawasan Malioboro.
Di kawasan yang menjadi ikon Kota Yogyakarta tersebut, peserta diberikan waktu untuk menikmati suasana kota, membeli oleh-oleh, mencicipi kuliner khas, maupun berfoto bersama.
Momen tersebut menjadi penutup yang menyenangkan sebelum rombongan kembali menuju Kudus.
Membangun Organisasi yang Solid dan Adaptif

ZIAWIS 2026 menjadi bukti bahwa organisasi pelajar mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan nilai pendidikan, spiritualitas, kebersamaan, serta inovasi.
Sebagai program kerja perdana kepengurusan PR IPNU IPPNU Jati Kulon, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam membangun organisasi yang semakin solid, aktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pengenalan SIMPELKU sebagai langkah awal digitalisasi organisasi juga menunjukkan komitmen pengurus dalam menghadirkan pelayanan yang lebih modern, efektif, dan mudah diakses oleh seluruh anggota.
Melalui semangat Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa, seluruh rangkaian kegiatan ZIAWIS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga mampu memperkuat karakter kader, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkhidmat kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.
Semoga langkah kecil yang diawali melalui program kerja perdana ini menjadi awal dari berbagai program positif lainnya yang akan terus memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas. Sebab, organisasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui program kerja yang baik, tetapi juga melalui kebersamaan, komitmen, dan semangat untuk terus belajar serta berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

